BRMP Penerapan Kawal Eselonering BRMP NTB sebagai Bagian Penguatan Kelembagaan 33 BRMP Provinsi
Lombok, 24 Desember 2025 – Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Penerapan) selaku koordinator Balai Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi mendampingi pelaksanaan penilaian eselonering BRMP Nusa Tenggara Barat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang berlangsung pada 22–24 Desember 2025.
Pendampingan penilaian ini merupakan bagian dari peran strategis BRMP Penerapan dalam mengoordinasikan proses penguatan kelembagaan dan peningkatan eselonering pada 33 BRMP di seluruh Indonesia menjadi Balai Besar (setara eselon II b), seiring dengan perluasan mandat BRMP dalam mendukung modernisasi pertanian dan swasembada pangan nasional berkelanjutan.
Kunjungan kerja Tim KemenpanRB yang dipimpin Asisten Deputi Bidang Pangan tersebut diawali dengan pemaparan oleh Kepala BRMP NTB terkait capaian kinerja, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (TUSI), serta peran BRMP NTB dalam mengoordinasikan implementasi program Kementerian Pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
BRMP Penerapan menegaskan bahwa proses eselonering BRMP tidak hanya berfokus pada peningkatan struktur organisasi, tetapi juga pada penguatan fungsi layanan, efektivitas pelaksanaan program, serta dampak nyata bagi petani dan pelaku usaha pertanian. BRMP NTB dinilai telah menunjukkan progres positif dalam mengintegrasikan program, inovasi, dan layanan pertanian modern di tingkat wilayah.
Perwakilan Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa penilaian ini juga menjadi bagian dari persiapan BRMP NTB sebagai pusat layanan Co Working Space (CWS) bagi penyuluh pertanian mulai tahun 2026, yang sejalan dengan arah penguatan sistem penyuluhan nasional.
Asisten Deputi KemenpanRB Bidang Pangan memberikan apresiasi atas capaian BRMP NTB dan menekankan pentingnya kesinambungan kinerja, dampak pelaksanaan tugas dan fungsi, pemenuhan persyaratan kelembagaan dalam dua tahun ke depan, serta penerapan cascading tugas yang terintegrasi dengan seluruh program Kementerian Pertanian.
Sebagai bagian dari rangkaian penilaian, Tim KemenpanRB bersama, Tim Biro OSDMA, Sekretariat BRMP, dan BRMP Penerapan melakukan peninjauan langsung sarana dan prasarana BRMP NTB, meliputi Unit Produksi Benih dan Sarana Produksi Pertanian (UPBS) tanaman dan ternak, Taman Agro Modern, laboratorium, hingga lokasi produksi benih padi.
BRMP Penerapan menegaskan bahwa pendampingan penilaian eselonering BRMP NTB ini menjadi model dan referensi bagi proses serupa yang akan dijalankan pada 32 BRMP lainnya di seluruh Indonesia. Melalui penguatan kelembagaan BRMP, Kementerian Pertanian mendorong terwujudnya layanan pertanian yang semakin profesional, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan berkelanjutan.